Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa pemerintah meminta diblokirnya Youtube, Multiply, Myspace dan beberapa site lainnya kepada sejumlah internet provider di Indonesia (XL sepertinya menjadi pionir menuju masa kegelapan ini).
Jumat (4/4/2008) kemarin, pemerintah mengirimkan surat ke APJII dan sejumlah Internet Service Provider (ISP) di Indonesia untuk segera mencekal situs-situs dan blog yang memuat film 'Fitna'.
Meski tak secara spesifik meminta YouTube untuk ditutup, namun bisa dipastikan, situs berbagi video ternama YouTube bakal menjadi salah satu sasaran pemblokiran.
Selain YouTube, situs jejaring sosial MySpace dan blog Multiply dikabarkan juga telah diblokir. Menurut salah satu anggota detikINET Forum berinisial Jackbauer, ia mengaku tak bisa lagi membuka situs YouTube dan Multiply. Bahkan menurutnya, situs MySpace, Metacafe dan RapidShare juga diblok.
Ia mengaku sudah menghubungi ISP-nya dan memang situs-situs tersebut dinyatakan sudah diblok oleh backbone-nya sehingga ISP juga tidak bisa meng-unblock. Berikut salinan e-mail yang diterima Jackbauer dari backbone-nya: Para Pelanggan Yth.
Sehubungan dengan Surat Menteri Kominfo Nomor: 84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008 Perihal: Pemblokiran Situs dan Blog Yang Memuat Film Fitna, maka situs berikut ini untuk sementara kami tutup sampai pemberitahuan lebih lanjut:
1. Youtube 2. MySpace 3. Metacafe 4. Multiply 5. Rapid-share
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, atas maklumnya kami mengucapkan terima kasih.
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/05/time/115907/idnews/918736/idkanal/399
Sebenarnya, asal muasal 'masa kegelapan' ini semua adalah film Fitna. Jadi begini ceritanya, pemerintah Indonesia sempat meminta YouTube untuk menarik film Fitna dari site tersebut.
Tentunya hal ini tidak ditanggapi oleh YouTube.
Bila saya jadi YouTube saya akan berpikir, pertama, "Indonesia? Siapa tuh?"
Dan kedua, "Ada beberapa channel-channel di YouTube yang secara khusus dan sengaja mendeskreditkan Islam, tapi kenapa pemerintah Indonesia tidak menyorot itu dan malah mempermasalahkan sebuah film, dimana si pembuatnya saja disuruh meminta maaf kepada umat Islam oleh pemerintahannya? Apakah hanya saya (baca: YouTube) yang berpikir bahwa pemerintah Indonesia memang tidak pernah membuka YouTube dan hanya bereaksi atas emosi sesaat yang bodoh?"

Asumsi saya, ada alasan kedua yaitu karena website Depkominfo yang di-hack. Kejadian ini memicu keributan antara blogger dan Roy Suryo, karena Roy yang mengaku sebagai pakar telematik itu ternyata tidak bisa membedakan antara Blogger dan Hacker, dan malah menuduh blogger berada dibalik deface-nya website Depkominfo.
Menurut saya, karena itulah masyarakat mulai menyorot ke departemen ini. Dan mungkin untuk menyelamatkan muka dan terlihat bekerja, maka Depkominfo ini pun mengirim surat himbauan kepada beberapa internet provider untuk memblokir akses ke beberapa site tertentu.
Tapi, tidak baik berasumsi buruk. Jadi, mari kita lupakan asumsi saya ini.

Namun terlepas dari itu, ternyata Depkominfo yang seharusnya mengerti tentang begitu besarnya peranan Internet dalam penyebaran informasi masih begitu gagap teknologi sehingga tidak menyadari bahwa internet bisa di-filter.
Yang artinya, tinggal men-tag keyword 'Fitna' dan halaman-halaman website, (BUKAN seluruh website) akan bisa di-blokir atau tidak bisa diakses.
Saya juga lebih terheran-heran lagi karena film 'Fitna' sebenarnya sudah dalam bentuk dokumen, yang artinya sudah bisa dikirim ke siapa pun di dunia ini.
Kalau mau dikirim lewat imel bisa, kalau mau diupload ke Google Video (YouTube-nya Google) juga bisa, kalau mau diupload ke forum-forum dan milis-milis pun bisa.
Nah, kalau begitu bagaimana? Apakah terus semuanya mau di-blokir?
Jadi, sikap pemerintah yang secara spesifik meminta internet provider untuk menutup akses ke YouTube, Myspace, Multiply, Rapidshare dan Metacafe itu sungguh sangat tidak masuk akal.
Yang lebih anehnya lagi, kenapa Myspace dan Multiply ikut-ikutan kena "di-cekal"?
Myspace adalah jejaring sosial maya yang terkenal karena isinya rata-rata adalah orang-orang seniman (musisi, desainer). Myspace menjadi ajang promosi band-band atau penyanyi-penyanyi baru karena mereka sering meng-upload musik mereka ke sitenya masing-masing.
Dan Multiply? Multiply adalah sebuah jejaring sosial yang mengkhususkan diri pada kata "sharing" atau "berbagi informasi".
Portfolio online saya berada di Multiply. Foto album saya bersama keluarga dan teman-teman berada di Multiply. Sudah banyak orang Indonesia, seperti teman saya, yang memiliki toko online lewat Multiply dan berhasil serta menuai untung.
Multiply dan Myspace adalah jejaring sosial maya. Kenapa enggak sekalian Facebook dan Friendster saja? Rasanya saya ingin berteriak kepada pemerintah, "Apa sih yang kamu takutkan?"
Kalau alasannya masih karena Fitna, itu bukan alasan yang masuk akal lagi.
Warga negara Belanda sendiri meminta maaf atas sikap si Wilder ini.
We're sorry.We, Dutchmen, are sorry that this film has been made. We are sorry that it seems to be our voice. We are sorry that it receives so much attention. That its maker abuses his liberties to spread his unfair message, founded on fear and hate. That he knows no respect. That he presents himself as a saviour of the West. We do not want to be saved by him. We are ashamed of this man. Don't judge us. (About the short film Fitna, by Geert Wilders.) http://www.sorryforthefilm.com/en/
Pemerintahan Belanda juga menyuruhnya untuk meminta maaf kepada umat Islam.
Perdana menteri Balkenende menuntut agar Wilders minta maaf:
"Saya kira harus ada yang minta maaf dan Andalah orangnya. Minta maaf kepada orang-orang yang berniat baik, yang memeluk agama Islam, yang menaati sepenuhnya hukum Belanda, yang bersedia hidup damai bersama warga lain, dan minta maaf kepada orang-orang bersikap tenang ketika film dipublikasikan. Dan kalau ada yang harus minta maaf, maka Andalah orangnya, minta maaf kepada orang-orang ini".
http://www.ranesi.nl/spesial/artikel_geert_wilders/debat_soal_fitna080402
Siapapun yang pernah melihat filmnya bisa langsung mengetahui bahwa film ini tidak netral dan banyak kejadian/pembicaraan yang dipotong-potong.
Bukankah dalam setiap agama selalu ada aliran yang bergaris keras? Tetapi itu kan tidak berarti mewakili ajaran agama yang sebenarnya, bukan?
Dialog yang terjadi antara Menkominfo beserta stafnya dengan komunitas maya sepertinya juga tidak menghasilkan sesuatu yang konkrit.
Sikap pemerintah ini mengingatkan saya akan orang tua saya. Usia orang tua saya mungkin sekitar usia orang-orang yang memiliki posisi untuk menentukan kebijakan-kebijakan mengenai hal-hal penting di pemerintahan.
Orang tua saya tidak buta komputer. Dengan IBM yang (kini sudah) kuno, ayah saya dulu sering menulis proposal penelitan dengan WordStar dan DBase.
Tapi seiring jaman dan berkembangnya teknologi, lahirlah yang namanya Internet. Mulai dari IRC, ICQ, Eudoramail, Altavista sehingga sekarang menjadi Yahoo Messenger, Adium, Skype, GTalk, Gmail, Yahoo! Mail dan Google.
Dan orang tua saya pun tertinggal. Mereka tidak mengerti Internet dan baru saja belajar bahwa YM bisa sambil melihat web kamera dan bicara selayaknya orang telepon. Tentunya dengan harga yang jauh lebih murah daripada telepon biasa.
Yang namanya orang tua selalu ingin terbaik kepada anak-anaknya. Tentunya orang tua saya tidak mau saya dan adik-adik saya terjebak dalam informasi yang sesat.
Tapi bedanya orang tua saya dan pemerintah adalah orang tua saya cukup bijaksana untuk tahu bahwa Internet hanyalah sebuah media. Sebuah alat untuk mengakses informasi yang tersebar di dunia.
Karenanya, mereka tidak takut (walaupun sering khawatir) ketika saya dan adik-adik saya sempat tidak tidur sampai pagi dan terus berada di depan komputer melakukan dan melihat-lihat hal-hal yang tidak diketahui dan tidak dimengerti mereka.
Mungkin mereka bisa menebak bahwa kami sering melihat film porno atau chatting tanpa guna. Tapi mereka tahu dan percaya bahwa anak-anaknya melakukan itu semua karena rasa ingin tahu semata. Dan kami sudah dianggap cukup dewasa dan pintar untuk melakukan pilihan-pilihan yang pantas.
Ibu saya selalu mendorong kami untuk melakukan banyak hal, karena menurutnya saya dan adik-adik saya "harus membuka wawasan dan melihat dunia" dan jangan merasa aman dan berpikir hanya dalam satu pandangan sempit saja.
Saya bangga dengan kedua orang tua saya. Walaupun gagap teknologi, tapi mereka mengerti bahwa internet hanyalah media dan tidak perlu ditakutkan.
Saya tahu bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya di Jakarta saja. Banyak saudara-saudara kita yang masih "lugu" dan "naif" dan "lebih gaptek daripada pemerintah".
Dan dengan dalih itu, pemerintah pun mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak bijak untuk "melindungi" masyarakat.
Karena mungkin menurut pemerintah, banyak orang Indonesia yang masih bodoh, jadi nantinya takut.... tambah bodoh atau tambah pintar ya?
Karena mungkin menurut pemerintah, banyak orang Indonesia yang masih harus disuapi informasinya soalnya kalau enggak, nanti takut... mendapatkan informasi yang benar?
Atau tepatnya mungkin jawabannya seperti yang terdengar di dialog Trijaya FM dimana Roy dan Enda berdialog lewat saluran telepon.
"Kebijakan pemerintah ini demi kelangsungan budaya dan moral masyarakat Indonesia. Lambat laun masyarakat akan mengerti dan memahami tujuan kebijakan ini." Duh, budaya dan moral yang mana ya? Budaya Orde Lama dan Moral Hipokrit maksudnya?
Yang perlu ditakutkan dari ketakutan adalah ketakutan sendiri. Dan ketakutan berasal dari ketidaktahuan.
Yang menakutkan dari ketakutan akibat ketidaktahuan ini adalah tindakan-tindakan yang tak berdasar dan akhirnya memunculkan sikap anarkhis.
Salah dan benar juga subyektif. Dan bila kita tidak dibiasakan untuk salah, kita takkan pernah tahu apa itu benar.
Walaupun apa yang salah belum tentu benar, dan apa yang benar belum tentu salah.
Dan bila kita tak pernah salah, kita takkan pernah bisa belajar. Dan karenanya pula, kita takkan bertambah pintar.
Ketidaktahuan itu menimbulkan ketakutan. Ketidaktahuan itu menimbulkan kebodohan.
Dan ketakutan pemerintah karena ketidaktahuannya akan membuat rakyat Indonesia semakin bodoh.
*Hmmm.. tapi mungkin juga bikin orang Indonesia tambah pintar untuk meng-hack site pemerintah karena kesal atau mencari akal untuk mengakses site-site yang telah diblokir melalui beberapa proxy tertentu Ha ha ha
UPDATE pukul 14:18:
Temans, berikut tulisan tentang Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh. ( http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/) Berikut beberapa kesimpulan yang saya kutip dari Pak Romi. (Terus terang, saya jadi lebih sedikit menghormati Pak Nuh karena mau berbuka diri) 1. Pak Nuh menganggap bahwa komunitas blogger adalah positifdalam melakukan fungsi edukatif dan empowerment, jadi blogger adalah a part of our (depkominfo) family.2. Surat pak Nuh ke APJII dan ISP tidak merujuk ke suatu situs khusus misalnya You Tube, tapi meminta APJII dan ISP bergerak memfilter situs dan blog yang memuat film Fitna (download: suratpemblokirandepkominfo.pdf). Khusus untuk You Tube, pak Nuh memang mengirimkan surat permintaan ke pihak You Tube supaya film Fitna segera di delete dari server. Ada kemungkinan APJII dan ISP “ketakutan” dengan surat ini sehingga akhirnya melakukan bloking ke berbagai situs yang sebenarnya tidak terlalu penting di blok. Setelah pertemuan dengan blogger, pak Nuh cs menjadwalkan untuk bertemu dengan teman-teman APJII dan ISP, mudah-mudahan bisa diclearkan masalah ini, sehingga blocking yang dilakukan tidak membabi buta seperti sekarang ini.3. Pak Nuh membuka diri, kalau ada usulan dari rekan-rekan untuk teknis memfilter suatu konten tanpa perlu memblokir situs secara keseluruhan. Jadi tidak terjadi ingin membunuh nyamuk tapi dengan meriam. Ayo kita bantu memberikan usulan-usulan efektif supaya lebih riil menyelesaikan masalah. 4. UU ITE adalah UU yang diharapkan bisa melindungi seluruh masyarakat Indonesia, bukan untuk memberangus atau menangkapi masyarakat Indonesia. Banyak pasal yang memberikan perlindungan hukum masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi di Internet.
 | Yaps. Yang lebih parah lagi, link dari kamu itu Choz. http://richoz.multiply.com/links/item/316/Ketika_Mas_Roy_MengupingRoy sepertinya sudah menganggap dirinya Dewa Internet dan ngerasa dia yang jago internet makanya berani bener mengintimidasi orang seperti ini. Sayangnya, pemerintah ngedengerin dia! Ayo, kita buka mata pemerintah Indonesia! |
 | kan udah lazim untuk para pemimpin tua-tua itu cuman bisa ngomongin dan ngikutin yang lagi tren aja kayak film fitna, film ayat-ayat cinta, apalagi dulu jamannya lagu kemesraan...semua orang-orang tua itu pada ketularan nyanyiin lagu itu. ngga bisa jadi menciptakan tren baru yang lebih bermutu...ngga seperti pejuang-pejuang negeri. |
 | bo....percuma booo.... pemerintah indonesia itu kan bisanya sok sok ngurusin (dan sok menjaga) moral rakyatnya... padahal mending juga ngerti apa yang mo diomongin. dan jangan lupa, negara ini DIKONTROL oleh sebuah kekuatan berbasis agama. makanya sebuah lembaga keulamaan yang bisa dibilang terbesar di negara ini punya banyak andil di pemerintahan. sabda mereka seakan akan adalah sabda tuhan. dan untuk kepentingan politik sperti itu, pemerintah butuh basik pegangan...nah silahkan dah....apa mau ulama, ya mereka turutin. gimana caranya? gampang...azas "ada satu tikus di lumbung, maka bakar seluruh lumbung". gampang kan? mungkin kuda2, sapi perah dan ayam peternak di lumbung mati...tapi kan tikusnya udah pasti mati.....
percuma bo. kita sudah dikutuk untuk tinggal di negara dengan pemerintahan SUPER goblok..... |
 | bo....percuma booo.... pemerintah indonesia itu kan bisanya sok sok ngurusin (dan sok menjaga) moral rakyatnya... padahal mending juga ngerti apa yang mo diomongin. dan jangan lupa, negara ini DIKONTROL oleh sebuah kekuatan berbasis agama. makanya sebuah lembaga keulamaan yang bisa dibilang terbesar di negara ini punya banyak andil di pemerintahan. sabda mereka seakan akan adalah sabda tuhan. dan untuk kepentingan politik sperti itu, pemerintah butuh basik pegangan...nah silahkan dah....apa mau ulama, ya mereka turutin. gimana caranya? gampang...azas "ada satu tikus di lumbung, maka bakar seluruh lumbung". gampang kan? mungkin kuda2, sapi perah dan ayam peternak di lumbung mati...tapi kan tikusnya udah pasti mati.....
percuma bo. kita sudah dikutuk untuk tinggal di negara dengan pemerintahan SUPER goblok.....  Pertanyaannya kini, apakah kita hanya bisa mengutuk atau berbuat sesuatu untuk merubah keadaan? Kalau ada orang pesimis yang bertanya, mungkinkah kita mengubah dunia yang sudah morat-marit begini, kutiplah kata-kata Obama, "YES, WE CAN!"
Mari kita berubah! |
Comment deleted at the request of the author.
 | waaaaaaa... nulis pake ARIAL (which, i hate it) tapi berhasil menangkap perhatian sayah..!!! boleh di copy-paste ke blog gue nggak..?? (akan ada creditsnya kok =D) |
 | "Yang perlu ditakutkan dari ketakutan adalah ketakutan sendiri."
g langsung teringat quote dari Harry Potter: 'What you fear most of all... is fear itself. This is very wise.' |
 | tulisan lo keren! gw jg ga abis pikir sama pemerintah. urusin aja tuh korupsi, bensin mahal, gas mahal.. lah ini malah ngurusin blog!
|
 | setuju boo..... mungkin adalah dengan lebih baik menggunakan sepatu biar jalan lebih halus buat diri sendiri, daripada melapisi seluruh jalanan di dunia dengan kulit empuk...
mungkin adalah dengan lebih baik belajar menerima gimana bisa hidup di bawah pemerintahan bodoh ini daripada sibuk ngomel2.... ...dan ngga ikutan pemilu....heuehahaha |
 | ah ya.. kesel sih, soalnya speedy juga ikut-ikutan ngeblokir situs-situs di atas. tapi mau marah juga percuma, rasanya seperti buang-buang energi.. jadi terserah deh mereka mau ngapain. we'll always find a way to outsmart the government ;)
kalo kata temen saya, secara individu orang indonesia itu pintar dan banyak akal. cuma secara kolektif pemerintahannya kebanyakan memproduksi kebijakan yang ultra bodoh. hehe.
|
 | missaassiimmii (bo susah banget nulisnya)
berbahagialah karena kita ngga jadi bagian dari pemerintahan
berarti kita gak segitu gobloknya.....:D |
Comment deleted at the request of the author.
 | "Kebijakan pemerintah ini demi kelangsungan budaya dan moral masyarakat Indonesia. Lambat laun masyarakat akan mengerti dan memahami tujuan kebijakan ini." ============================================================================ Moral dan budaya, dua kata sakti yg sanggup memberangus hal2 kreatif... serupa 'komunis' di jaman orba... moral yg kaya apa sih? budaya yg seperti gimana? moral dan budaya untuk meminggirkan bangsa menjadi bangsa yg terkucil dan aneh? kebijakan pemerintah yg sesungguhnya menganggap warganya sebagai orang2 bodoh yg tidak bisa memilah2 informasi yg bener dan salah, yg sesuai dan ga sesuai.. sehingga perlu didikte segitu rupa...
Ga aneh kalo kmd gue buruk sangka, kalo pemblokiran ini adalah pengalihan issue dari ketidakbecusan pemerintah menanggani masalah2 sosial, serupa 'siasat' orla mengalihkan perhatian ke ganyang malaysia dr ketidaksanggupan mengatasi masalah kemiskinan dan ketersediaan pangan waktu itu |
 | alia wrote on Apr 8, '08, edited on Apr 8, '08 "Kebijakan pemerintah ini demi kelangsungan budaya dan moral masyarakat Indonesia. Lambat laun masyarakat akan mengerti dan memahami tujuan kebijakan ini." ============================================================================ Moral dan budaya, dua kata sakti yg sanggup memberangus hal2 kreatif... serupa 'komunis' di jaman orba... moral yg kaya apa sih? budaya yg seperti gimana? moral dan budaya untuk meminggirkan bangsa menjadi bangsa yg terkucil dan aneh? kebijakan pemerintah yg sesungguhnya menganggap warganya sebagai orang2 bodoh yg tidak bisa memilah2 informasi yg bener dan salah, yg sesuai dan ga sesuai.. sehingga perlu didikte segitu rupa...
Ga aneh kalo kmd gue buruk sangka, kalo pemblokiran ini adalah pengalihan issue dari ketidakbecusan pemerintah menanggani masalah2 sosial, serupa 'siasat' orla mengalihkan perhatian ke ganyang malaysia dr ketidaksanggupan mengatasi masalah kemiskinan dan ketersediaan pangan waktu itu  Pemerintah disini memang harus menangani banyak isu sekaligus dan itu bukanlah hal yang mudah. Disini yang seharusnya berperan dan 'bertanggung jawab' adalah Depkominfo (walaupun SBY sendiri yang mencetuskan pencekalan itu).
Soal elpiji langka dan masalah-masalah sosial lainnya, itu karena departemen2 sosial yang mengurusnya juga lebih enggak becus.
Kalau melihat update terbaru saya, rasanya Pak Nuh udah mau berbesar hati dan lebih terbuka menerima tanggapain komunitas maya. Atau bisa juga karena ketakutan diserang oleh para blogger hahahaah :P |
 | lalu gimana kalo ada yg ngedarin film itu lewat jasa pengiriman barang seperti ekspedisi.. apa perusahaan ekspedisi nya juga perlu di blokir hahahah, lalu gimana kalo lewat kapal laut, pesawat dll bisa jd semuanya akan di blokir juga.. hahahha
kenapa juga depkominfo ga pakai cara cerdas sih, kalo yg dipemasalahkan sebuah film, kenapa ga bikin film tandingan atao jawaban dr film itu dng mengupas hal2 yg perdamaian, toleransi dsb2nya? daripada pukul rata pemblokiran media yg memungkinkan penyebaran film tersebut?... |
 | kasian ya pemerintah negara kita, kalo diserang bukannya nyerang balik tapi malah menutup diri, lari kedalam bunker trus ngumpet sampe suasana reda....duh
|
 | Halo... Lam kenal... :-) Saya tau blog ini dr temen saya Palmosa... :-) Mohon ijin utk mengutip ulasannya ya... |
 | Nih gue komen yak. :) Turut berduka cita deh. Gak bisa ngomong apa2 lagi... :) |
Comment deleted at the request of the author.
 | Wicked-leaders are sucks. But stupid-leaders are worse. They don't even know the damages they've done.
*but what if our government is BOTH wicked and stupid? Gulp* |
 | bucin wrote on Apr 8, '08 polanya kok gak pernah berubah ya, selalu aja yg diurusi kulitnya tanpa menyentuh akar permasalahan.
nantikan ulasannya di bucin.blogspot.com |
 | bucin wrote on Apr 8, '08 komennya begitu aja, yang penting promosi blognya ya cin? ck ck ck :P  takut salah ngomong soalnya |
 | Mustinya sih mentrinya ngga bodoh. Kalo bodoh ngga jadi mentri, bukan?. Mungkin dia dipaksa, atau terpaksa, atau....au ah lap! Gue mencoba berpikir positif tapi ngga berhasil :D |
 | ah...ga bisa coment apa-apa,semua ide cmerlang yang bisa ditulis udah ada di blog alia ini. POLLL!!! great post... |
 | and guess what? Roy Suryo nggak hadir. Sibuk ngurusin omongan orang di milis internal... Pengen bilang ke Roy, Hi Roy! udah jangan sibuk ngurusin muka. wong muka loe dah nggak ada :P
Anyway, nice post Al... Kudos to you! xD |
 | wajah buruk rupa, cermin yang dibelah yang sakit jari, tangan yang dipotong banyak yang bodoh, bukannya dicerdaskan, malah di-dekadensi so shallow...huh? |
 | anomk wrote on Apr 8, '08 ... terus dijadiin mal :P  tuh ketauan POLAnya!!! |
 | limfahima coba sebut satu menteri yang pinter...
oke...fuad hasan...tapi dia udah wafat
:D |
 | menteri yang pinter? Ada tuh calon menteri yang pinter, KRMT RS (ngarep)!!! |
 | alia wrote on Apr 13, '08 menteri yang pinter? Ada tuh calon menteri yang pinter, KRMT RS (ngarep)!!!  duh, kalau sampai jadi menteri.. kelewatan deh :P |
 | Sebenernya niatnya baik, cuman karena kedangkalan pengetahuan jadinya malah bertindak bodoh. Disusupi tenaga 'sok' ahli pisan. Emang mereka (pejabat politis) mesti sering turun gunung langsung, gak cuman dengerin pendapat dari anak buahnya yg cuman hobi searching face doang. Mereka bisa belajar banyak dari posting-mu ini, Al. |
 | ngomong2 kewenangan blokir ini apa yah dasar hukumnya? |
 | q1707 wrote on Apr 8, '08 ya ampun.. ternyata beneran ya Al? Wah.. PARAH dan menyedihkan banget. Gue bisa denger ngga itu obrolan si kumis sok ok ama Enda di Trijaya, Al? |
 | q1707 wrote on Apr 14, '08 Bisa. Ini valid untuk 90 hari. http://styx.ngebut.com/files?id=e9WbZagEU2D  Thanks, Al. Udah gue DL. Format filenya amr dengernya harus pake quicktime ya? |
 | eh, btw, gue sih benenrya mendukung ya si UU ITE ini.....kalo dibaca2 benernya emang melindungi rakyat kok... cuman implikasinya bahaya.....pasal ini seperti juga pasal2 UU lainnya banyak yang berpotensi jadi pasal karet...secara orang indonesia itu sukanya bending the law kan?
cuman menterinya ya tetep kalo buat gua, gak ada yang pinter (according to UU ITE gua bisa ditangkep nih...tapi gpp deh!...heuahahaha) |
 | oiya habibie waktu jadi menteri pinter lupa..soalnya pas jadi presiden goblok banget (yah..kena lagi dah gua UU ITE..)
Juwono...mm...masih dalam taraf melaksanakan job desc..:D |
 | alia wrote on Apr 13, '08 oiya habibie waktu jadi menteri pinter lupa..soalnya pas jadi presiden goblok banget (yah..kena lagi dah gua UU ITE..)
Juwono...mm...masih dalam taraf melaksanakan job desc..:D  habibie itu seorang cendikiawan, bukan seorang politikus :P |
 | alia wrote on Apr 13, '08 mudah-mudahan setelah kejadian ini, pemerintah jadi tambah tau apa yg bener..karena sadar kalo yg udah dilakukan ini salah.
tulisan mba alia bagus2 bgt..salam kenal!  yaps, belajar dari kesalahan. Makasih yah dyah :) |
| |